Pengembang China Kian Agresif Tebar Dana di Singapura

Hebat, Belanda Punya Jembatan 3D Pertama di Dunia
surgoLand akan Mengembangkan Properti Syariah

Pengembang China Kian Agresif Tebar Dana di Singapura

 Pengembang China yang berbasis di Shenzen, Logan Property, termasuk agresif. Jumat ini (20/10/2017) mereka belanja lahan di negeri Singa yang akan dijadikan properti terpadu senilai 462 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 6,2 triliun.

Proyek ini merupakan yang kedua mereka beli selama dalam lima bulan pada tahun 2017. Sebelumnya, mereka memenangi tender proyek Florence Regency di distrik Hougang.

“Kami pikir ini harga yang wajar. Karena lahan ini berlokasi di wilayah inti Singapura yang dikelilingi fasilitas komprehensif,” kata Direktur Hubungan Investor Logan Property Derek Lee.

Menurut Lee, harga rata-rata properti di sini sekitar S6.325 dollar AS per meter persegi. Dan mereka berencana mengembangkan lahan seluas 36.116 meter persegi menjadi 1.446 unit apartemen.

Agresifnya Logan Property dipicu pulihnya pasar hunian Singapura, menyusul pemerintah setempat yang mengurangi beberapa langkah pendinginan pada Maret 2017.

Otoritas Pembangunan Perkotaan Singapura mengatakan, Kuartal III-2017 indeks harga properti residensial pribadi meningkat 0,5 persen yang merupakan kenaikan pertama dalam empat tahun.

“Transaksi terus berlanjut, kami sangat yakin dengan pasar,” kata Lee.

Dia mengatakan, perusahaan akan menggunakan pinjaman modal dan bank untuk pembelian tanah dan pengembangan masa depan.

Agresif

Dikenal sebagai pengembang properti di provinsi Guangdong, Logan telah melakukan belanja lahan dan properti secara agresif pada tahun ini.

Mei lalu, Logan bermitra dengan Nanshan Group yang berbasis di Shandong menguasai lahan di Stirling Road, selatan Singapura dengan tawaran 720 juta dollar AS (Rp 9,7 triliun).

Ini adalah pertama kalinya sebuah lahan perumahan dijual sebagai bagian dari program penjualan tanah pemerintah kota.

Kemudian pada Februari Logan bersama dengan pengembang Chinalainnya KWG Property setuju membayar 16,86 miliar dollar Hongkong (Rp 29,1 triliun) untuk sebuah rencana di pulau Ap Lei Chau Hongkong.

Di China sendiri, Logan Property sukses mencetak penjualan rumah 31,4 miliar yuan (Rp 64 triliun) dalam sembilan bulan pertama tahun ini, atau naik 46 persen dari tahun ke tahun.

Lee mengatakan, Singapura dan Hongkong akan menjadi prioritas Logan Property untuk ekspansi ke luar negeri. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *