Menggunakan Bank Sebagai Pengungkit Kekayaan
Beberapa Cara Untuk Meyakinkan Bank

Teknik Berutang di Bank

Saya sarankan anda berhubungan atau berhutang di bank syariah saja. Untuk mendapatkan hasil optimal dalam berhutang di bank (persetujuan kredit dari bank), ada teknik yang harus diperhatikan. Selama ini banyak orang yang salah dalam meminjam uang di bank. Akibatnya, hutang bank tidak optimal manfaatnya, bahkan ditolak oleh bank. Teknik berikut ini cukup ampuh untuk digunakan dalam mengajukan pinjaman ke bank:

  1. Jangan hanya tergantung dari 1 bank saja. Masukkan aplikasi permohonan anda ke sebanyak-banyaknya bank karena  dengan demikian posisi tawar anda menjadi lebih besar. Apalagi, dalam kondisi persaingan perbankan saat ini, bank-bank justru agresif menawarkan kreditnya.Banyak orang yang meminjam uang uang di bank hanya datang di satu bank saja sehingga ketika bank yang mereka datangi menolak, mereka menganggap bahwa mereka tidak bisa pinjam uang di bank. Selain itu jika hanya mengandalkan satu bank saja anda tidak akan memiliki pembanding bank mana yang memberikan pinjaman lebih besar. Selisih 5% s/d 10% dirumah itu sangatlah besar. Anda juga bisa membandingkan bunga pinjaman yang paling menarik.

    Dengan mengajukan ke beberapa bank, anda bisa ‟mengadu domba‟ mereka. Misalnya permohonan kredit anda sudah disetujui di bank A sebesar Rp100 juta. Nah, dengan berbekal surat persetujuan dari bank A tersebut, anda bisa mengatakan ke bank B bahwa kredit anda sudah disetujui sebesar Rp100 juta, tapi anda masih belum puas. Karena itu, anda menanyakan kepada bank B, apakah bank B berani memberikan kredit yang lebih besar.

  2. Ajukan jangka waktu pinjaman yang paling lama. Semakin lama pinjaman anda, semakin rendah resiko anda dan semakin besar keuntungan anda, termasuk akan mendapatkan jumlah pinjaman yang lebih besar. (ini cuman guyon aja…kalau ada kredit KPR seumur hidup, anda bisa ambil itu). Dengan semakin lama jangka waktunya, berarti anda memperkecil jumlah angsuran bulanan. Tentu saja ini akan meringankan beban finansial anda kalau sewaktu-waktu rumah yang anda beli sewanya terputus sementara.Kebanyakan orang yang meminjam uang di bank selalu memilih jangka waktu pendek dengan alasan takut berhutang. Saya akan berikan ilustrasi jika anda meminjam uang dengan jangka panjang, misalnya 20 tahun. Dengan tingkat suku bunga pinjaman KPR 12% per tahun, maka bunga yang akan anda bayarkan ke bank sebesar 240% selama 20 tahun, atau setara 2,4 kali harga properti saat anda beli. Kemudian bayangkan, berapa harga properti anda pada 20 tahun mendatang? Kenaikan properti dalam jangka panjang biasanya lebih besar dibandingkan dengan kenaikan jangka pendek. Kalau rata-rata jangka pendek (1-2) tahun kenaikan 20%, maka kenaikan harga properti dalam jangka panjang bisa mencapai rata-rata 50%.

    Saat memilih hutang jangka panjang, anda tidak harus melunasinya saat jatuh tempo 20 tahun kemudian. Anda bisa melunasinya 1-2 tahun mendatang dengan cara menjual properti anda. Syukur-syukur kalau ada uang dari sumber lain untuk melunasinya. Biasanya, harga properti, dengan menggunakan rumus ‟goblok-goblokan‟ saja (ilmu ngawur) 1-2 tahun pasti naik. Kenaikannya pun bisa 100% bila saat anda membeli sudah dibawah harga pasar/NJOP dan lokasinya sangat strategis. Kalau harganya sampai naik 100%, WOOOWWW, berarti anda bisa melunasi hutang dan anda masih punya uang ‟GRATIS‟ dari gain properti. (Informasi seperti ini, termasuk memanfaatkan bank sebagai daya ungkit, jarang ditulis di media, dan jarang ditulis dibuku-buku properti. Kebanyakan buku dan majalah properti hanya mengulas tentang renovasi rumah, yang malah menguras uang anda. Akibatnya, persepsi masyarakat, bahwa properti itu HANYA miliknya orang-orang kaya, dan mereka yang kaya, semakin kaya dengan propertinya. Kabar gembiranya, ternyata mereka yang kaya, juga menggunakan uang bank untuk membeli properti. Jadi kenapa kita tidak meniru mereka, meniru orang-orang kaya?)

  3. Ketahui berapa nilai kredit anda. Hal ini sudah saya bahas dalam pembahasan diatas. Bank mencairkan dana sesuai kemampuan anda, biasanya besarnya angsuran maksimal 1/3 gaji atau penghasilan anda. Bila anda memiliki gaji Rp10 juta maka pinjaman yang bisa dikeluarkan oleh bank hanya pinjaman yang angsurannya per bulan Rp3 jutaan. Angka itu, sebenarnya masih bisa dinaikkan kalau anda bisa meyakinkan pihak bank.

    Sebenarnya ada lagi cara yang agak ‟licik‟ sehingga cara ini tidak saya anjurkan, yakni dengan memanipulasi laporan keuangan. Anda bisa bekerjasama dengan kantor anda (kalau anda bekerja) untuk memberikan keterangan besarnya gaji yang lebih besar. Bahkan ada yang sampai maksa dengan bekerja sama dengan pemilik perusahaan lain untuk diakui seolah-olah sebagai salah satu pemilik perusahaan itu. Tentu saja, dengan keterangan dan surat palsu. Sekali lagi, saya tidak rekomendasikan cara „licik‟ ini.

  4. Jangan paksakan untuk mendapatkan kredit sebesar-besarnya. Kalau memang kemampuan finansial anda hanya mampu membayar pinjaman sebesar Rp100 juta, ya terima saja untuk sementara. Itu merupakan langkah awal yang bagus. Bank sudah percaya anda. Ingat, bank itu tidak langsung mempercayai nasabahnya begitu saja. Karena itu, dengan modal kepercayaan dari bank, anda bisa mendapatkan kepercayaan yang lebih besar. Caranya, dengan properti yang sudah anda beli dengan kredit itu dan properti itu menghasilkan uang sewa bulanan, anda bisa jadikan tambahan penghasilan saat anda mengajukan kredit bank untuk properti kedua. Begitu seterusnya. Selama anda mampu membayar semua angsuran dengan lancar, maka dalam waktu dekat pun anda bisa mendapatkan simpati bank. Dengan simpati/kepercayaan, maka untuk mendapatkan kredit yang lebih besar menjadi SANGAT MUDAH. Ingat, selalu jaga kemampuan membayar anda. Jangan paksakan melebihi batas kemampuan mengangsur. 

    Sumber Gambar: https://kreditgogo.com/artikel/Kredit-Tanpa-Agunan/Hal-yang-Dipertimbangkan-Sebelum-Memilih-Pinjaman-Bank.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *