Komponen Harga yang harus Anda Ketahui
Menggunakan Bank Sebagai Pengungkit Kekayaan

Teknik Negosiasi Membeli Properti Tanpa Modal

Bila kita berbicara tentang investasi properti, pasti yang terlintas di benak kita adalah investasi mahal yang hanya bisa dilakukan oleh orang kaya. Seorang pegawai negeri, pebisnis kecil, apalagi pengangguran mustahil bakal bisa menjadi investor properti. Kini, Anda tidak perlu berpikiran seperti itu, karena kita akan belajar bagaimana bisa membeli properti tanpa uang muka, bahkan tanpa modal sendiri, sama sekali!

  1. Teknik Menawar Harga Properti. Jangan pernah mengajukan harga di hari pertama saat anda melihat rumah/properti. Mengapa? karena ketika pertama kali anda melihat rumah dan bila bentuk rumahnya sangat bagus atau sesuai dengan kesukaan anda, maka biasanya yang bekerja adalah emosi untuk memiliki rumah tersebut. Akibatnya, anda menganggap harga yang ditawarkan sangat murah dan ingin segera memiliki rumah yang ditawarkan. Padahal belum tentu harganya murah. Bisa jadi harganya lebih mahal dibanding dengan properti disekitarnya.  Saran saya, ‟ambil nafas‟ selama 3 – 7 hari sambil mencari informasi harga pasar properti yang akan anda beli. Tanyakan kepada agen properti mengenai pilihan lain selain rumah yang anda inginkan tersebut. Anda juga bisa mencari pembanding properti yang dijual di sekitar rumah yang anda target. Jika anda tidak ada waktu untuk melakukan itu semua, anda bisa menyewa appraisal independent untuk menilai rumah yang anda target dan meminta mereka untuk memberikan berapa nilai wajar dari rumah dan berapa nilai likuidasi yang akan di keluarkan bank. Biasaya informasi yang diberikan appraisal lebih akurat dibandingkan dengan anda melakukan sendiri.
  2. Teknik Negosiasi. Untuk mendapatkan properti dengan harga yang benar-benar dibawah pasar, anda harus pintar-pintar melakukan negosiasi dengan penjual. Minimal anda bisa menggunakan 2 (dua) jurus ampuh berikut ini: Naikkan harga dan turunkan syarat. Lho kok? Mungkin anda kaget, kenapa kita harus menaikkan harga. Bukankah kita justru menekan harga semurah-murahnya? Anda tidak salah kalau posisi anda saat itu memiliki uang tunai cukup. Masalahnya, anda ingin mendapatkan properti murah tapi tidak punya uang (cukup). Teknik ini adalah teknik yang sering dipakai oleh para orang-orang yang negosiator atau orang-orang yang sukses.  Prinsipnya ‟membuat orang lain menang dulu, baru kita mendapatkan keuntungan‟. Nah.. kaitannya dengan menawar properti, kita ingin mendapatkan kelonggaran syarat-syarat yang diberikan oleh sang penjual. Misalnya, penjual properti minta harga Rp1 milyar dengan uang tunai cash keras (dan sudah anda yakini harga itu sudah sangat murah, dibawah harga pasar atau bahkan dibawah NJOP). Meski harga yang ditawarkan murah dan dibawah pasar tapi kalau anda tidak mendapatkan kelonggaran dari penjual, maka tidak akan punya kesempatan mendapatkan properti itu. Ya iya lah… dia minta cash keras! Mana ada anda uang sebesar itu? Karena itu, ada beberapa perangsang agar pembeli mau memberikan kelonggaran pembayaran: anda  bisa  menaikkan  harganya.  Anda  bisa  katakan kepada  penjual,  ”Oke,  gimana  kalau  harganya  saya naikkan   menjadi   Rp1,1   milyar,   dengan   syarat pembayarannya selambat-lambatnya 3 bulan dan tanpa uang muka” atau anda bisa menambahkan” Tapi dengan syarat saya bisa menjual berapa pun diatas harga anda”. memberikan komisi kepada penjual misalnya sebesar 20% dari keuntungan (bila anda ingin rumah ini langsung dijual kembali). memberikan pembayaran pajak 5% yang seharusnya ditanggung penjual membebaskan penjual dari biaya notaris.
  3. Jurus Menghindar. Seandainya penjual sepakat menjual properti kepada anda, tapi anda juga masih ada pilihan properti lain. Atau anda mungkin masih perlu membanding-bandingkan dengan properti lain. Atau bisa jadi, anda merasa saat menawar itu harganya masih kemahalan (salah menawar). Karena itu, gunakan jurus kedua yakni jurus ‟pasal menghindar‟.Caranya? Saat negosiasi dengan penjual properti katakan kepada penjual, ”Oke, kita setuju dengan transaksi jual beli ini, tapi dengan syarat istri (suami/kakek/nenek/ cucu dan lain sebagainya, terserah anda) juga setuju. Dia akan melihat properti anda dalam minggu ini”.

    Nah, dengan jurus ini, kalau dalam waktu 1–2 minggu tersebut anda mendapatkan properti lagi yang lebih baik dan lebih murah maka anda bisa menghubungi penjual untuk mengatakan transaksi/ kesepakatan jual beli tersebut batal karena tidak disetujui istri (atau siapa pun lah.. sesuai saat awal anda katakan).

    Sumber Gambar : https://accsoleh.wordpress.com/2014/11/05/tips-dan-cara-menawarkan-rumah-dijual-agar-cepat-laku/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *